Keberhasilan City Raih Final Perdana di Era Pep Guardiola

by
pep guardiola
Keberhasilan City Raih Final Perdana di Era Pep Guardiola

Pep Guardiola akhirnya akan melakoni partai final pertamanya di Inggris, setelah membawa Manchester City mengalahkan Bristol City di babak semi final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup, Rabu (24/1/2018) dinihari WIB. Dengan begitu, The Citizens pun berpeluang memenangi quadruple atau empat trofi sekaligus.

Bagi Guardiola, trofi yang diraih City pada akhir musim nanti akan menjadi ‘hakim’ atas kerja keras timnya sepanjang musim ini. Perjalanan ke final Piala Liga pun menjadi awal untuk meraih satu dari empat kemungkinan trofi yang bisa mereka raih di tahun kedua bersama Guardiola. Bermain di Ashton Gate, tim tuan rumah Bristol City takluk 3-2 dari The Citizens. Ini menegaskan keunggulan agregat City menjadi 5-3 dan mengamankan satu tiket di final.

Di laga tersebut, gol-gol Manchester City dicetak oleh Leroy Sane dan Sergio Aguero. Dua gol City itu sebenarnya mampu disamakan oleh Bristol lewat aksi Marlon Pack dan Aden Flint. Namun, lagi-lagi City bukanlah tipikal selalu berjuang hingga akhir. Kevin De Bruyne menjadi pahlawan kemenangan tim tamu berkat golnya di penghujung pertandingan.

Pencapaian ini tentunya membawa angin segar bagi Guardiola, yang musim lalu menjalani musim tanpa gelar pertamanya sepanjang berkarier sebagai pelatih. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, Guardiola sukses mengoleksi 21 trofi bersama Barcelona dan Bayer Munich. Manajer asal Spanyol itu pun mengamini bahwa trofi akan menjawab semua kerja keras timnya saat ini, terutama berkat penampilan superior mereka di Premier League.

“Kami senang bisa sampai ke final. Untuk semua orang yang telah terlibat, itu adalah laga yang sangat luar biasa,” ujar Guardiola.

“Pertarungan jenis ini tidak akan berakhir sampai waktu berhenti. Bristol City melakukan comeback dan itu menjadi pelajaran berharga bagi kami, yang berikutnya akan melawan Cardiff City di babak keempat Piala FA serta di 16 besar Liga Champions, agar selalu bermain sampai akhir.”

“Kami menunjukkan permainan seperti itu saat sudah unggul 2-0. Kami tahu jika setelah mencetak dua gol maka segalanya akan menjadi lebih mudah. Tapi mungkin kami harus membuat tiga atau empat gol. Sebab skor menjadi 2-2 saat pertandingan tinggal sebentar lagi. Apapun dapat terjadi,” tambahnya.

“Selama enam atau tujuh bulan terakhir, kami berhasil memenangkan banyak laga. Itu adalah hak kami dan tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya, tapi semua tim akan dihakimi dengan trofi yang mereka raih.”

Dengan kelolosan City ke final Piala Liga Inggris, yang akan berlangsung di Wembley, maka mereka tinggal menunggu hasil pertandingan leg kedua antara Arsenal kontra Chelsea dalam partai semi final lainnya di Emirates Stadium, pada Kamis (21/1/2018) dinihari WIB. Di sisi lain, laga melawan Bristol City menjadi tonggak sejarah bagi seorang Pep Guardiola, karena menandai laga ke-500 sebagai seorang pelatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *