Zinedine Zidane di Ambang Pintu Keluar Real Madrid

by
zinedine zidane
Zinedine Zidane di Ambang Pintu Keluar Real Madrid

Di pertengahan musim 2015/16, Zinedine Zidane datang dan menjadi penyelamat musim Real Madrid. Ia sukses merebut gelar juara Liga Champions hanya enam bulan setelah ia menjabat sebagai entrenador Madrid. Akan tetapi, saat ini kariernya di Santiago Bernabeu tengah berada di ambang pemecatan.

Ya, itu terjadi setelah musim Real Madrid tidak berjalan sesuai rencana. Apalagi setelah Madrid lagi-lagi harus tersingkir dari perebutan gelar juara Copa del Rey. El Real ditaklukkan tim non unggulan seperti Leganes di depan pendukung sendiri dengan skor 2-1. Semua pendukung Madrid pun menganggap ini adalah saat yang tepat bagi Zidane untuk pergi, kecuali pria asal Prancis itu bisa segera membuat keadaan berbalik.

Jika dibandingkan, komposisi pemain Leganes dan Real Madrid jelas jauh berbeda. Akan tetapi tim tamu justru mampu bermain lebih baik selama 90 menit pertandingan, walau berbekal kekalahan 1-0 dari leg pertama. Ini adalah catatan buruk lain yang mencoreng karier Zidane, karena kekalahan atas Leganes menjadi salah satu hasil paling memalukan dalam sejarah klub.

Gelar juara La Liga dan Liga Champions musim lalu yang sukses dipersembahkan Zidane pun langsung tampak memudar setelah kekalahan tersebut. Sekarang, Zizou harus berjuang untuk mempertahankan posisinya di kursi pelatih kepala Los Blancos. Mantan penggawa timnas Prancis itu bahkan juga mengakuinya dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan melawan Leganes.

Ini bukanlah kekalahan pertama Madrid di Bernabeu musim ini. Markas mereka itu seolah tidak lagi angker bagi tim lawan. Di bulan September 2017, Real Betis sempat meraih poin penuh di sana. Begitu pula dengan Villarreal beberapa waktu lalu, yang untuk pertama kalinya dari 19 kesempatan berhasil merebut angka di Bernabeu. Tentu ini bukan hal yang layak untuk tercatat dalam buku sejarah Los Merengues.

Sebenarnya Zidane memang patut dituding sebagai penyebab utama kemunduran performa Real Madrid belakangan ini. Itu tak lepas dari sikap keras kepalanya untuk terus melakukan rotasi di skuatnya, dengan mengombinasikan pemain muda dan cadangan. Bahkan tim semenjana seperti Numancia dan Fuenlabrada pun mampu menahan imbang Madrid di Bernabeu, yang seolah menegaskan bahwa ‘tim B’ yang disiapkan Zidane musim ini tak sesiap musim lalu.

Dengan kondisi sudah tertinggal 19 angka dari Barcelona di klasemen La Liga, Zidane seharusnya bisa lebih memprioritaskan Copa del Rey dengan memainkan tim utamanya. Namun, faktanya di beberapa laga skuat Real Madrid memang tampak lebih lemah dari musim lalu, terlebih selepas hengkangnya James Rodriguez, Alvaro Morata dan Pepe. Pembelian di musim panas lalu pun tidak begitu memberikan dampak yang nyata.

Kini peluang terbesar Zidane untuk menyelamatkan kariernya adalah dengan memperjuangkan nasib Madrid di Liga Champions. Tapi itu pun tidak mudah, karena lawan yang harus mereka hadapi di babak 16 besar adalah Paris Saint-Germain. Menarik ditunggu, apakah pelatih terbaik FIFA 2017 itu bisa membawa Madrid bangkit atau justru ia yang akan menuju pintu keluar Bernabeu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *